Cita-Cita...
Satu hal yang masih saya ingat.
waktu duduk di bangku kelas 1 SD,
Guru saya (alm), pernah bertanya pada semua murid didiknya.
Tentang CITA-CITA.
Untuk memperoleh jawaban itu...
Ibu Guru pun memanggil kami satu persatu untuk maju di depan kelas.
Dan...
Nama saya pun dapat giliran.
"afny... ntar kalau sudah besar mau jadi apa?" Tanya si Guru.
Tau kah apa yang aku jawab saat itu?
"Mau jadi seperti Ibu.." Jawabku polos.
Guru itu pun menatap saya dengan mata-berkaca-kaca.
Mungkin beliau terharu. Masih ada yang bakal meneruskan perjuangannya untuk mengajar...
atau mungkin beliau tidak menyangka,
Muridnya yang bandel, punya cita2 yang mulia banget. ^_^
Dan seiring berjalannya waktu...
Saya tumbuh menjadi dewasa.
Saya bertemu begitu banyak hal baru.
Teman-teman baru...
Dunia baru...
Bahkan cita-cita saya pun baru.
Tidak pernah lagi terlintas dalam benak saya untuk menjadi seorang guru.
Saya anggap, itu hanyalah pemikiran saya waktu saya masih ingusan.
(Maafkan saya almarhum ibu marpungah…)
…Dan
Cita-cita saya semakin luas. saya di hadapkan sebuah pilihan baru kembali…
Pilihan untuk sebuah masa depan saya yang gak pernah berhenti di satu titik.
Saya menyadari, Cita-cita saya selalu berhenti di tanda koma. Karna Saya belum mendapatkan apa yang sesungguhnya yang saya inginkan.
Sampai nasib mempertemukan saya dengan “ILMU KOMUNIKASI”.
Sesuatu hal gak pernah terlintas sebelumnya.
Tapi kali ini saya yakin. Inilah tempat saya untuk berhenti.
Karena saya sudah menemukan titiknya.
Saya pun terjun dalam dunia ‘komunikasi’.
konsentrasi dalam periklanan pun akhirnya menjadi pilihan saya.
Walaupun sempat bingung… tapi seiring berjalannya waktu,
Saya menikmatinya.
Mungkin benar, apa kata orang…
‘cinta ada karna terbiasa…’
Karena, kuliah saya, mengharuskan saya bertemu dengan semua yg berhubungan dgn ‘iklan’.
Akhirnya saya jatuh cinta jg dengan ‘dia’..
Saya punya tokoh dalam dunia iklan, yang sangat saya banggakan.
Dia lah Budiman Hakim.
Mungkin saya tidak banyak tau tentang karya2nya dalam iklan.
Tapi… yang saya tau, semangat Budiman Hakim bener2 jadi kiblat buat saya. Kejujurannya dalam dunia iklan patut di acungin jempol.
Suatu hari, saya ingin seperti beliau…
Tapi… yang harus saya tanamkan adalah…
“Jangan Lihat Budiman hakim yang sekrang. Tapi… lihat bagaimana proses untuk bisa menjadi budiman hakim yang sekrang,”
SEMANGAT!!!!
Jumat, 29 Januari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)







