Bulan juni lalu dua orang teman telah berpulang ke rumah abadinya…
Ia telah di ambil kembali oleh penciptanya…
Sedih… kehilangan… semua itu kami rasakan. Dan pastinya org terdekat merasakannya lebih….
tangis teman2 pun pecah… saat berhadapan di depan makamnya…
ajal tidak pernah memandang usia. Siapa yg lebih dulu lahir belum tentu lebih dulu di ambil olehNYA.
Saat kami menginggalkan makamnya,
Terpikir dalam diam…
Malam nanti, dia akan tidur sendiri di sana…
Di dalam tanah. sendiri. Gelap…
Ya allah… suatu saat aku pun pasti juga akan di sana…
Bagaimana kah rasanya…?
Dapatkah engkau ceritakan padaku?
Ya Allah kadang aku lupa, kalau aku akan kembali ke tanah… hari ini seorang teman mengingatkan aku untuk selalu siap saat engkau mengambil nyawa ini kembali.
Keluarga, sahabat, teman, tidak dapat ikut bersamaku dalam liang lahat. Tak ada satupun barang yg dapat aku bawa kecuali dosa yg begitu banyak…Lalu aku sendiri tertidur panjang di dalam tanah yg gelap…
Apakah pertanyaan sang malaikat nanti akan aku jawab dengan benar?
Entahlah…
Selamat jalan teman,
do’a ku semoga kamu di sana medapat perlakuan istimewa dengan segala perbuatan baikmu di dunia…
Kita akan bertemu kembali…
Karna semua manusia akan kembali kesana…

















